Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

10 Jun 2026

Jejak Alumni PCC : Rahardhian Putra Pramana

Kisah Rahardhian Menembus Batas Keterbatasan: Berawal Tanpa Alat, Berakhir Jadi Penggerak

Bagi saya, keterbatasan bukanlah sebuah jalan buntu, melainkan kanvas kosong tempat kegigihan sejati diuji. Mengingat kembali masa-masa berseragam putih abu-abu di lorong SMAN 2 Madiun, saya memulai perjalanan ini dengan sebuah tantangan besar, memiliki mimpi yang melangit untuk berkembang, namun terhalang oleh ketiadaan perangkat pribadi yang memadai. Saat teman-teman sebaya bisa dengan leluasa mengeksplorasi dunia digital melalui laptop di rumah, saya harus memutar otak mencari jalan keluar. Di titik krusial inilah Personal Computer and Cinemathografi (PCC) Smada hadir, bukan sekadar sebagai wadah ekstrakurikuler, melainkan sebagai "rumah kedua" sekaligus laboratorium harapan. Saya bertekad membuktikan bahwa ketiadaan fasilitas pribadi tidak akan mematikan produktivitas, melainkan justru memicu insting saya untuk terus melakukan upgrade diri secara maksimal.

Masa-masa di ruang komputer sekolah menjadi saksi bisu bagaimana determinasi saya perlahan mengalahkan minimnya privilese. Tanpa gawai mumpuni di tangan, saya mengubah fasilitas PCC menjadi ruang tempaan mental dan skill yang tak ternilai harganya. Setiap detik yang saya habiskan untuk tetap belajat teknologi digital adalah investasi berharga untuk masa depan. Di ruangan itu, saya belajar merajut kemampuan problem-solving, mendalami literasi digital, dan membiasakan diri bekerja efisien di bawah tekanan waktu serta fasilitas yang terbatas. Tanpa saya sadari, etos kerja pantang menyerah ini diam-diam membentuk karakter saya menjadi jauh lebih tangguh, menanamkan mentalitas "produktif menembus batas" yang kelak membawa langkah saya melesat jauh melewati gerbang sekolah.


Ketekunan yang saya tempa di balik meja lab PCC itu akhirnya berbuah manis ketika saya berhasil menembus ketatnya persaingan menuju kampus biru, Universitas Gadjah Mada (UGM). Saya mengambil langkah berani dengan memilih program studi Ilmu Politik dan Pemerintahan, sebuah jalan yang sekilas terasa melenceng dari akar teknologi yang saya pelajari di PCC. Namun, di sinilah letak keajaiban perjalanan ini. Struktur berpikir sistematis, kemampuan analitis, dan kepekaan terhadap data yang saya asah selama mengutak-atik teknologi di Smada ternyata menjadi pisau bedah yang tajam dalam menganalisis dinamika sosial, kekuasaan, dan kebijakan publik. Transformasi ini menyadarkan saya bahwa ilmu dari PCC tidak pernah mengotakkan kita, melainkan mencetak pemikir kritis yang siap beradaptasi di segala medan.


Di bangku perkuliahan, semangat untuk terus melakukan upgrade diri semakin menyala terang lewat kontribusi akademis yang nyata. Salah satu momen paling membanggakan adalah keberhasilan menembus Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) di tingkat nasional. Bersama tim, saya meneliti masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi, membedah bagaimana masyarakat tradisional mampu berdaulat dan mengelola teknologi modern seperti membangun jaringan internet Wi-Fi mandiri dan saluran televisi lokal CIGA TV untuk melestarikan tradisi budaya mereka. Pemahaman dasar teknologi yang lahir dari  PCC berpadu sempurna dengan tajamnya analisis politik yang saya pelajari, menghasilkan riset yang mendobrak stigma bahwa masyarakat adat itu tertinggal.


Pengetahuan dan pengalaman yang saya kumpulkan ternyata tidak hanya berhenti di atas lembar kertas penelitian. Keberanian untuk mengartikulasikan gagasan yang benihnya mulai ditanam sejak saya terbiasa memecahkan masalah di PCC membawa saya menjelma menjadi pembicara di berbagai forum dan panggung kompetisi. Salah satu momen yang sangat berkesan adalah ketika saya diundang sebagai pemateri dalam Temu Ilmiah oleh Komunitas Prestasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga. Di hadapan para mahasiswa, saya membagikan gagasan tentang "Seni Kepemimpinan dan Menulis," membedah bagaimana seorang penulis yang gigih bisa mengambil peran kepemimpinan yang kuat. Melihat kembali jejak langkah ini, dari seorang siswa yang menumpang belajar di komputer lab Smada hingga berdiri membagikan ilmu di berbagai panggung, saya menyadari satu hal: keterbatasan di garis start tidak akan pernah bisa mendikte seberapa jauh, seberapa kuat, dan seberapa gemilang kita mampu menyentuh garis finish. Ketiadaan alat bukanlah alasan untuk menyerah pada mimpi.


Di sisi lain, PCC mengantarkanku untuk memahami manajemen hingga memiliki bisnis sewa drone, branding sendiri pecel mas rahar, dan masih berkontribusi untuk adik-adik PCC dalam edukasi teknologi dan manajemen bisnis, terima kasih PCC, Pak Toto, dan semua yang terlibat dalam perkembangan PCC. Jangan sungkan untuk kontak saya di instagram dengan nickname @rahardh untuk terus berkembang bersama.

Read More

31 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Rama, Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun

Dari Hobi Multimedia Menjadi Bekal Menjalani Dunia Kerja 
Oleh: Rama, Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun 

Saat masih menjadi siswa SMA Negeri 2 Madiun, saya bukanlah siswa yang aktif di OSIS ataupun organisasi besar lainnya. Namun, saya memiliki satu ketertarikan yang akhirnya banyak memengaruhi perjalanan hidup saya hingga saat ini, yaitu multimedia. 
Karena hobi tersebut, saya bergabung dengan PCC. Awalnya sederhana, hanya ingin menyalurkan minat dalam bidang multimedia dan belajar hal-hal baru bersama teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama. Saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa keputusan untuk bergabung dengan PCC akan menjadi salah satu langkah kecil yang membawa banyak pengalaman berharga di masa depan. Saat di PCC saya pernah loh mendapat award Sutradara Terbaik di FSS, lupa tahun berapa dan menang di FLS2N hehe. 

Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Masa perkuliahan menjadi fase yang penuh pembelajaran, bukan hanya secara akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Di balik berbagai pengalaman yang menyenangkan, saya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan dari sisi ekonomi. Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, saya berusaha memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan sebaik mungkin. Namun, kebutuhan selama kuliah tentu tidak selalu dapat dipenuhi hanya dari beasiswa. Di titik itulah keterampilan multimedia yang saya pelajari dan tekuni sejak SMA menjadi sangat berarti. Saya mulai mengambil berbagai pekerjaan di bidang multimedia (dan juga jadi driver Grab hehehe) untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai dari membuat video kampus, mendokumentasikan berbagai kegiatan, hingga menjadi fotografer wisuda. 

Awalnya saya hanya ingin menambah uang saku dan membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah, tetapi ternyata pekerjaan-pekerjaan tersebut memberikan lebih dari sekadar penghasilan. Melalui dunia multimedia, saya bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Saya belajar berkomunikasi dengan klien, bekerja sama dengan tim, memahami kebutuhan orang lain, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul di lapangan. Tanpa saya sadari, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga sekaligus membantu saya bertahan selama menjalani masa perkuliahan. Selama masa kuliah, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dipercaya menjadi konseptor dalam penyelenggaraan ITS EXPO, salah satu acara besar di kampus. 

Dari sana saya belajar bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola tim, membangun koordinasi, menyelesaikan masalah, dan memastikan setiap orang dapat bekerja menuju tujuan yang sama. Pengalaman mengelola kegiatan dan berinteraksi dengan banyak orang tersebut ternyata menjadi bekal yang sangat berguna ketika memasuki dunia kerja. Banyak hal yang saya lakukan saat ini memiliki kemiripan dengan apa yang pernah saya pelajari dalam kepanitiaan dan kegiatan organisasi. Kemampuan berkomunikasi, mengatur pekerjaan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga memimpin dan mengarahkan anggota tim, semuanya sedikit demi sedikit terbentuk dari pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah. Salah satu pelajaran terbesar yang saya dapatkan dari dunia multimedia adalah pentingnya relasi. 

Keterampilan memang penting, tetapi relasi yang baik sering kali membuka peluang yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dari berbagai proyek dan kegiatan yang saya ikuti, saya mendapatkan banyak teman, mentor, serta pengalaman yang pada akhirnya membantu saya berkembang hingga berada di posisi saat ini. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya mendapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai Management Trainee (MT) di industri pertambangan. Bagi saya, kesempatan tersebut merupakan salah satu pencapaian besar karena program MT dikenal memiliki proses seleksi yang kompetitifdan menjadi jalur percepatan untuk mempelajari berbagai aspek bisnis perusahaan. Memasuki dunia kerja profesional tentu menjadi pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dunia perkuliahan. Saya harus belajar banyak hal baru, beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis, serta memahami berbagai proses operasional yang sebelumnya belum pernah saya temui. Namun ada satu hal menarik yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. 

Di tengah berbagai tugas dan pembelajaran sebagai Management Trainee, beberapa atasan mengetahui bahwa saya memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang multimedia. Kemampuan yang awalnya saya kembangkan sebagai hobi dan pekerjaan sampingan saat kuliah ternyata kembali memberikan manfaat di dunia kerja. Saya kemudian diberikan kepercayaan untuk terlibat dalam pembuatan berbagai materi multimedia, termasuk video profil dan dokumentasi area kerja. Melalui tugas tersebut, saya mendapatkan kesempatan yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang pada tahap awal karier. 

Saya dapat berinteraksi dengan berbagai departemen, memahami proses bisnis dari sudut pandang yang lebih luas, dan mengenal para pimpinan perusahaan secara lebih dekat. Pengalaman tersebut membuat proses adaptasi saya menjadi lebih cepat. Selain belajar mengenai pekerjaan utama, saya juga dapat memperkenalkan kemampuan lain yang saya miliki kepada lingkungan kerja. Dari situ saya semakin memahami bahwa setiap keterampilan yang kita pelajari, meskipun terlihat tidak berhubungan dengan profesi utama, tetap dapat menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Seiring berjalannya waktu, perjalanan karier saya terus berkembang hingga berada di posisi saat ini. Ketika melihat ke belakang, saya sering tersenyum mengingat banyak hal yang dulu hanya menjadi angan-angan. Sebagai mahasiswa dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ada banyak barang yang hanya bisa saya lihat melalui internet atau etalase toko. Saya bermimpi suatu hari bisa memiliki perangkat dan perlengkapan yang saya sukai, tetapi saat itu semuanya terasa sangat jauh. Saya masih ingat bagaimana dulu naik pesawat terasa seperti sesuatu yang sangat jauh dari kehidupan saya. Saat SMA maupun kuliah, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan bepergian menggunakan pesawat sebagai bagian dari pekerjaan. 

Ketika pertama kali merasakan pengalaman tersebut, saya benar-benar merasa bersyukur karena banyak hal yang dulu hanya menjadi angan-angan perlahan berubah menjadi kenyataan. Hari ini, saya makin bersyukur karena hasil dari proses belajar dan bekerja selama bertahun-tahun telah memungkinkan saya mewujudkan sebagian mimpi tersebut. Mulai dari merakit PC impian, memiliki ROG Ally X, Nintendo, mengoleksi gadget impian dan per-audio-an, hingga memiliki kamera dan lensa yang pernah menjadi barang impian saya. Semua itu bukan tentang barangnya semata, tetapi menjadi pengingat bahwa usaha yang dilakukan secara konsisten akan membawa hasil pada waktunya. Bahkan sampai sekarang, saya masih memiliki target dan impian berikutnya, salah satunya adalah memiliki drone untuk terus mengembangkan hobi fotografi dan videografi. 

Dari semua perjalanan yang telah saya lalui, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan kepada adik-adik PCC. Pertama, jangan pernah meremehkan sebuah hobi. Hobi yang ditekuni dengan serius dapat berkembang menjadi keterampilan yang bernilai dan bahkan membuka jalan menuju berbagai kesempatan. Kedua, jangan takut mencoba hal-hal baru karena pengalaman sering kali menjadi guru terbaik. Ketiga, bangun relasi yang baik dengan siapa pun karena kita tidak pernah tahu dari mana peluang akan datang. Keempat, keterampilan di luar bidang utama yang kita pelajari bisa menjadi pembeda yang membuat kita dikenal dan dipercaya. 

Dan yang terakhir, teruslah belajar dan berkembang karena dunia akan selalu berubah. Saya tidak berasal dari keluarga yang bisa menyediakan semua hal yang saya inginkan. Sederhananya, dari perintis bukan pewaris. Namun, saya belajar bahwa dengan terusmengembangkan kemampuan, bekerja keras, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, sedikit demi sedikit hal-hal yang dulu hanya menjadi mimpi dapat berubah menjadi kenyataan. Saat saya bergabung dengan PCC dulu, saya tidak pernah membayangkan akan berada di titik ini. Saya tidak pernah menyangka bahwa hobi multimedia yang awalnya hanya menjadi sarana menyalurkan minat akan membantu saya bertahan selama kuliah, mempertemukan saya dengan banyak relasi, mengajarkan kepemimpinan, membantu saya diterima dalam program Management Trainee, hingga menjadi nilai tambah yang membuat saya dipercaya di lingkungan kerja. 

Karena itu, untuk adik-adik PCC yang saat ini masih berproses, jangan pernah meremehkan apa yang sedang kalian pelajari hari ini. Tekuni setiap kesempatan yang ada, teruslah berkarya, dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Siapa tahu, keterampilan yang sedang kalian asah saat ini akan menjadi awal dari perjalanan besar yang membawa kalian menuju masa depan yang bahkan belum pernah kalian bayangkan sebelumnya. Terus berkarya, terus belajar, dan terus bertumbuh. Sampai bertemu di cerita kalian berikutnya. 

Semangat!! 
Rama (ig: ramaei_) 
Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun

Read More

Jejak Alumni PCC : Rafi Anandyantoro

 How Cinema Shaped My Journey in the Creative Industry

Tidak semua perjalanan karier dimulai dari rencana besar. Beberapa justru lahir dari hal sederhana: rasa penasaran, kegemaran menonton film, lalu muncul satu pertanyaan kecil “Kalau suka film, kenapa tidak sekalian bikin film?”

Halo, aku Rafi Anandyantoro atau biasa dikenal dengan Afi. Dari sekadar menikmati visual dan cerita di layar, aku mulai tertarik memahami bagaimana sebuah karya dibangun, bagaimana emosi penonton bisa terbentuk lewat gambar, suara, dan storytelling. Ketertarikan tersebut akhirnya membawa ku memilih melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Madiun dengan satu tujuan yang cukup spesifik: bergabung dengan PCC SMADA, salah satu ekstrakurikuler film paling bonafit di Kota Madiun.

Di PCC SMADA, aku tidak hanya belajar tentang teknis produksi film, tetapi juga belajar tentang kerja tim, kepemimpinan, dan bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi karya nyata. Kesempatan menjadi Wakil Ketua II memberikan pengalaman besar dalam mengelola berbagai event, produksi kreatif, hingga membangun relasi dengan banyak orang yang memiliki passion serupa di dunia perfilman dan multimedia.

Berbagai lomba film juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika berhasil meraih JUARA 1 SINEMATOGRAFI SMA AWARDS. Pengalaman itu menjadi validasi pertama bahwa dunia kreatif bukan sekadar hobi, tetapi juga ruang yang bisa terus dikembangkan secara profesional.

Lebih dari itu, PCC SMADA menjadi fondasi yang sangat kuat untuk perjalanan ku berikutnya. Bekal organisasi, portofolio, dan pengalaman produksi yang didapat selama SMA membuat ku lebih siap ketika melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya sebagai mahasiswa Sastra Inggris. Di bangku perkuliahan, aku kembali mencari ruang untuk bertumbuh di dunia kreatif dengan bergabung di Nol Derajat Film, salah satu organisasi perfilman terbaik di kampus.

Aktif di organisasi kampus membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang. Aku terlibat dalam berbagai produksi konten, videografi, event kreatif, hingga kompetisi nasional di bidang storytelling dan multimedia. Pada saat mengikuti organisasi film di perkuliahan, aku juga berhasil menjadi director untuk film pendek berjudul Evaluasi Evolusi, sebuah karya yang berhasil ditayangkan di beberapa festival film di Malang maupun festival film tingkat nasional. Dari pengalaman tersebut, aku juga mulai mendapatkan kesempatan freelance untuk menambah uang jajan melalui project video editing, desain grafis, hingga social media content.

Perjalanan organisasi yang aktif di bidang dokumentasi, desain, dan multimedia kemudian membawa ku dipercaya menjadi student employee di fakultas. Kesempatan ini menjadi titik penting karena aku mulai belajar bekerja secara profesional dalam lingkungan institusi, menghadapi kebutuhan komunikasi visual yang nyata, serta memahami bagaimana kreativitas dapat memberikan dampak langsung terhadap branding dan penyampaian informasi.

Tidak berhenti di sana, aku kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti program dari Kementerian Pendidikan Indonesia, yaitu MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Melalui program tersebut, aku berkesempatan magang di PT United Tractors Tbk., bagian dari ASTRA International, sebagai Communication and Graphic Designer Intern.

Pengalaman di perusahaan besar tersebut menjadi salah satu fase paling penting dalam perjalanan karier ku. Aku belajar bagaimana industri profesional bekerja dengan standar tinggi, bagaimana storytelling visual digunakan untuk kebutuhan corporate communication, hingga bagaimana mengubah informasi teknis menjadi konten yang menarik dan mudah dipahami. Selama magang, aku terlibat dalam produksi ratusan aset visual, instructional video, motion graphic, hingga branding berbagai event internal perusahaan.

Setelah lulus sebagai fresh graduate, kesempatan kembali datang melalui program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Aku berkesempatan bergabung di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTEK), salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Menariknya, aku dipercaya untuk terlibat di dua divisi sekaligus: Employer Branding yang merupakan bagian dari Human Resources, serta Corporate Communication.

Di lingkungan industri media, aku semakin memahami bahwa kreativitas bukan hanya soal visual yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana membangun komunikasi yang relevan dan berdampak bagi audiens. Aku terlibat dalam produksi event coverage, live report, employer branding content, hingga berbagai kebutuhan media digital perusahaan. Pengalaman ini memperluas sudut pandang ku tentang dunia creative industry yang ternyata memiliki banyak cabang dan peluang karier yang sangat luas.

Selain pengalaman profesional tersebut, perjalanan ku juga dipenuhi berbagai pengalaman freelance, produksi konten digital, hingga pengembangan personal branding sebagai content creator. Dan untuk saat ini, aku juga dipercaya sebagai Creative Director di IMAJIWA Creative Studio, sebuah ruang professional kreatif yang menjadi wadah untuk terus berkembang, mengubah sebuah ide menjadi storytelling visual yang relevan dan berdampak bagi audiens dan brand.

Semua proses itu memperlihatkan bahwa dunia creative industry adalah industri yang terus bergerak dan menuntut kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang. Jika ditarik kembali ke awal perjalanan, semuanya berawal dari satu ruang kecil bernama PCC SMADA. Tempat itu bukan hanya sekadar ekstrakurikuler film, tetapi juga wadah yang mempertemukan passion, proses belajar, relasi, dan keberanian untuk mencoba. PCC menjadi tempat pertama ku memahami bahwa karya kreatif dan dunia cinema dapat membuka begitu banyak pintu kesempatan.

Karena pada akhirnya, perjalanan di dunia kreatif bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil, melainkan siapa yang terus mau belajar, berkarya, dan bertahan dalam prosesnya. Dan terkadang, mimpi besar memang bisa dimulai dari hal sederhana, dari seorang anak yang awalnya hanya suka menonton film, lalu memutuskan untuk mulai membuat filmnya sendiri.

Read More

29 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Kevin Fauzan Arjuna

Haloooo Smaders!

Perkenalkan aku Kevin Fauzan Arjuna, alumni SMAN 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Sistem Informasi.


Ceritaku di PCC sebenarnya bermula dari hal yang cukup sederhana, yaitu hobi nonton, terutama film animasi Jepang. Kalau ditanya kenapa film, sejujurnya ngga ada jawaban yang khusus selain karena aku memang suka. Lewat sebuah film, aku merasa bisa terhubung dengan banyak orang, meski kita ngga saling kenal. Dari sekadar penikmat, film perlahan membawaku terjun lebih dalam ke balik layar produksi film.

Fun fact, karya pertamaku adalah sebuah film pendek yang bisa dibilang modal nekat untuk lomba ICT Festival 2020. Waktu itu, aku yang masih SMP belajar dari nol tentang produksi film. Ngga paham angle kamera, ngga ngerti tata cahaya, apalagi urusan editing yang rumit. Semuanya murni learning by doing berbekal tekad buat nyoba. Tapi beruntungnya, kerja keras itu terbayarkan dengan keluarnya film itu sebagai Juara 1 Film Terbaik kategori SMP. Momen itulah yang menjadi titik balikku untuk terjun lebih dalam pada dunia sinematografi. Rasanya seperti menemukan passion baru yang bikin aku pengen terus bikin karya.

Lulus SMP dan diterima di SMADA, aku sudah punya target masuk PCC. Bagiku, PCC adalah wadah yang paling tepat untuk menyalurkan apa yang sudah aku mulai. Sembari mencari pengalaman kepemimpinan di OSIS, aku terus memperdalam ilmu produksi film dan perlahan merambah ke bidang kreatif lain. Di tahun pertama, alhamdulillah aku dan teman-teman PCC berhasil menorehkan prestasi, seperti Juara 1 Film Pendek Anti Korupsi Universitas Merdeka Madiun, dan Juara 2 Film Pendek Ekonomi Kreatif STIE Surakarta.

Khusus untuk produksi di STIE Surakarta, itu adalah pengalaman yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, hampir seluruh anggota PCC Gen 18 bekerja sama penuh memproduksi satu film pendek berdurasi 20 menit durasi yang lumayan menantang untuk produksi anak SMA. Sebagai sutradara, aku bener-bener belajar banyak. Di proyek inilah aku sadar bahwa lewat PCC, aku bisa terkoneksi dengan begitu banyak kepala. Ini bukan lagi soal siapa yang memimpin jalannya syuting atau siapa yang paling jago pegang kamera, tapi tentang bagaimana sebuah karya bisa menyatukan ego dan isi kepala semua orang. Mulai dari beda pendapat saat penulisan cerita, mendalami penokohan, proses shooting yang sering kejar-kejaran sama waktu, hingga begadang di proses editing, semuanya bergerak dengan satu visi yang sama, ingin membuat karya yang berkesan.

Memasuki tahun kedua dan ketiga SMA, tanggung jawab yang aku pegang semakin besar. Dengan segala upaya dan kerja keras, aku dipercaya menjadi Ketua PCC Gen 18 sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Bidang 9 OSIS. Menggabungkan dunia kreatif di PCC dengan kehidupan organisasi di OSIS menjadi satu kesatuan tantangan yang ngga lepas dari keseharian SMA. Rasanya capek, pasti. Tapi di situlah mental dan kemampuanku mengatur banyak hal benar-benar dilatih.

Di bawah kepengurusan Gen 18, kami meluncurkan berbagai program kerja yang fokus pada pengembangan skill bareng-bareng. Salah satunya adalah Summer Camp. Di acara ini, seluruh anggota Gen 18 dan 19 berkumpul dan dilatih langsung oleh tentor sebaya. Teman-teman yang punya skill lebih di bidang sinematografi, fotografi, desain grafis, hardware, hingga kelas peran, secara bergantian menyalurkan ilmunya. Belajarnya ngga kaku, tapi justru seru banget karena yang ngajar adalah teman sendiri. Lalu, ada juga program kunjungan ke ISI Yogyakarta. Program ini sengaja kami buka ngga cuma buat anak PCC, tapi untuk seluruh siswa SMADA yang berminat di bidang kreatif. Berkunjung di salah satu institut seni paling bergengsi di Indonesia dan mendapat ilmu langsung dari para ahlinya benar-benar membuka mata dan imajinasi kami tentang luasnya dunia kreatif.

Dan tentu saja, puncaknya adalah program kerja yang paling menguras energi tapi paling membanggakan, ICT Festival 2024. Event ini adalah salah satu rangkaian HUT SMADA terbesar kala itu. Kami ngga sekadar bikin acara internal, tapi berani membuka berbagai cabang lomba untuk tingkat SD, SMP, dan SMA se-Karesidenan Madiun, sekaligus menggabungkannya dengan gelar karya P5 untuk kelas 12. Mengoordinasikan acara sebesar itu butuh tenaga besar. Dari mikirin konsep, technical meeting, sampai troubleshooting masalah di lapangan. Itu adalah rangkaian event yang sangat panjang dan melelahkan, tapi itu jadi salah satu memori paling berkesan dalam masa SMA.

Dewasa ini aku semakin sadar bahwa bagiku PCC bukan sekadar ekstrakurikuler. PCC adalah rumah kreatif. Tempat di mana berbagai imajinasi, impian, visi, dan misi diwujudkan secara nyata. Di PCC, ngga peduli siapa yang paling hebat atau paling jago, kita belajar dan jatuh-bangun bareng. Ngga ada organisasi yang berjalan mulus tanpa gesekan. Tapi justru dari setiap masalah dan adu emosi itulah, PCC selalu berhasil menemukan cara untuk bangkit di setiap siklus.

PCC memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentuk diriku sekarang yang penuh imajinasi dan impian. Di sinilah tempatku mewujudkan itu semua satu per satu bersama teman-teman. Meski ngga selalu sempurna, meski di tengah jalan sering mikir "kayaknya bisa deh dibikin lebih bagus lagi", tapi ya itulah prosesnya. Bersama keluarga PCC, aku berbenturan dengan teman-teman lain, kami pernah marah karena beda pendapat, susah saat dikejar deadline, hingga akhirnya tersenyum senang dan sedih terharu saat melihat karya kami ditonton banyak orang. Semua rasa itu kami lalui bersama.

Sampai hari ini, meskipun langkahku sudah membawaku ke Fakultas Ilmu Komputer UI, pondasi berpikir kreatif dan problem-solving yang aku pelajari di PCC terus kepakai di kehidupanku sekarang. Memilih masuk PCC adalah salah satu keputusan terbaik yang ngga akan pernah aku sesali. Menemukan orang-orang yang memiliki harapan yang sama, meski dengan minat teknis yang berbeda-beda, justru membuat kami jadi saling melengkapi. Dari sinilah lahir karya-karya yang tidak hanya estetik, tapi juga punya jiwa untuk menghubungkan banyak orang di baliknya.

Sebagai alumni, aku senang melihat PCC masih terus konsisten merawat tali silaturahmi. Setiap tahunnya, selalu ada ruang di mana lintas generasi dipertemukan untuk berbagi cerita demi membangun PCC yang jauh lebih baik lagi.

Sukses terus untuk PCC! Buat teman-teman dan adik-adik kreatif PCC lainnya, semangat terus belajarnya, jangan pernah takut untuk bereksplorasi, dan pastinya ditunggu karya-karya hebat kalian selanjutnya!



Read More

21 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Ananta Nafis Rasendriya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatauh, Perkenalkan, saya Ananta Nafis Rasendriya, alumni SMA Negeri 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia jurusan Ilmu Pemasyarakatan. Saya pribadi memiliki minat besar dalam dunia organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan kreativitas, khususnya di bidang multimedia dan komunikasi visual. Sejak SMA, saya percaya bahwa proses berkembang tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal di kelas, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam berbagai event.

Selama menempuh pendidikan, saya aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan yang membantu membentuk kemampuan saya dalam bekerja sama, memimpin, serta menyelesaikan permasalahan di lingkungan yang dinamis. Saya pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 2 Madiun periode 2022/2023 dan Ketua Umum HIMO Kota Madiun, sebuah organisasi yang menjadi wadah kolaborasi para Ketua OSIS se-Kota Madiun. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana membangun komunikasi yang baik, mengoordinasikan banyak orang, hingga mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Selain itu, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan dan event sekolah, mulai dari menjadi Ketua Pelaksana HUT SMAN 2 Madiun ke-70, koordinator acara, hingga divisi acara dalam berbagai kegiatan seni, olahraga, akademik, dan sosial masyarakat. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarkan saya arti tanggung jawab, kepemimpinan, manajemen waktu, dan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Di tengah berbagai pengalaman organisasi tersebut, PCC SMADA menjadi salah satu tempat yang paling berkesan dalam perjalanan saya selama di SMA. Awalnya, saya bergabung dengan PCC karena memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fotografi. Saat itu, saya ingin memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan saya dalam mengambil gambar, memahami teknik fotografi, dan belajar lebih jauh mengenai dunia multimedia. Namun, seiring berjalannya waktu, PCC memberikan pengalaman yang jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.

PCC bukan hanya sekadar ekstrakurikuler komputer dan cinematography, tetapi menjadi ruang belajar dan tempat berkembang bagi saya. Di dalam PCC, saya diperkenalkan dengan banyak hal baru mulai dari fotografi, videografi, cinematography, editing video, desain grafis, hingga pengelolaan media sosial. Saya belajar bagaimana sebuah karya visual tidak hanya dibuat untuk terlihat menarik, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan, emosi, dan cerita kepada orang lain. Dari kegiatan dokumentasi sekolah, produksi short movie, hingga proses editing, saya mulai memahami bagaimana dunia kreatif membutuhkan ketelitian, konsistensi, kerja sama, dan kemampuan untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.

Melalui PCC, saya juga mendapatkan banyak pengalaman lapangan yang sangat berharga. Saya terlibat dalam berbagai kegiatan dokumentasi acara sekolah, pengambilan konten, hingga proses produksi media publikasi. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana bekerja di bawah tekanan waktu, menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan, serta berpikir kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang muncul selama proses produksi. Terkadang sebuah hasil foto atau video yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan proses panjang, koordinasi tim, dan banyak percobaan sebelum mendapatkan hasil terbaik. Dunia kreatif memang sering terlihat menyenangkan dari luar, padahal di belakang layar ada orang-orang yang rela pulang paling akhir hanya demi memastikan hasil dokumentasi terlihat maksimal.

Selain mengembangkan kemampuan teknis, PCC juga memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan interpersonal saya. Di dalam PCC, saya belajar bagaimana bekerja sama dalam tim, menyampaikan ide, menerima kritik, dan menghargai proses belajar satu sama lain. Lingkungan PCC membuat saya merasa nyaman untuk berkembang karena hubungan antaranggota dibangun dengan rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Senior tidak hanya menjadi pembimbing dalam hal teknis, tetapi juga menjadi tempat berbagi pengalaman dan motivasi. Hal tersebut membuat saya merasa bahwa PCC bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga tempat bertumbuh sebagai pribadi.

Salah satu hal yang paling saya rasakan selama berada di PCC adalah bagaimana organisasi ini memberikan ruang bagi setiap anggotanya untuk berkembang sesuai minat dan potensinya masing-masing. Tidak ada batasan untuk mencoba hal baru. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk belajar, bereksplorasi, dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan. Dari situlah saya belajar untuk lebih percaya diri terhadap kemampuan yang saya miliki dan lebih berani mengambil kesempatan dalam berbagai pengalaman.

Bagi saya, alasan memilih PCC sebagai jembatan karier bukan hanya karena ilmu dan pengalaman yang diberikan, tetapi juga karena nilai-nilai yang diajarkan di dalamnya. PCC mengajarkan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman yang saya dapatkan di PCC menjadi bekal yang sangat penting dalam perjalanan saya di dunia organisasi maupun profesional hingga saat ini.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari PCC SMADA karena dari tempat inilah saya mendapatkan banyak pengalaman, relasi, serta pembelajaran hidup yang membentuk diri saya hingga sekarang. PCC bukan hanya sebuah ekstrakurikuler, tetapi juga rumah untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri. Banyak hal yang saya pelajari di PCC yang masih saya pegang hingga saat ini, baik dalam cara saya bekerja, berorganisasi, maupun menghadapi tantangan di lingkungan baru.

 

Read More

1 Feb 2024

Yuk Kenali Exstra di SMAN 2 Madiun

Hai Kawan PCC 
Maaf baru kami sampaikan ...... tolong komen dibawah ini ya, biar kami terus uptudate 

Gak banyak yang kami sampaikan ....Tonton aja ya 




Kasih Masukkan ya ..... Makasih 



Read More

27 Jan 2019

PCC dari Masa ke Masa

Madiun, 27 Januari 2019
Tak terasa perjalanan keberadaan admin (Bpk. Toto Hutomo) sudah 10 tahun di SMAN 2 Madiun yang beralamat di Jl. Biliton No 24 Kota Madiun. Tak terasa pula mengikuti perkembangan PCC dari masa ke masa dan banyak kenangan indah di masa masa perjuangan PCC. Bagai kapal di tengah lautan, kadang harus teguh mengadapi ombak laut yang begitu besar kadang pula mengikuti ketenagan air laut yang sangat luas. Dengan membaca keinginan siswa yang tidap hari belajar dan belajar (ya memang anak sma 2 madiun ya gitu deh) maka untuk mengurangi stres yang ada maka muncullah ide tugas dalam bidang foto grafi (mata pelajaran TIK) secara berkelompok dengan tema POSTER FILM (Film gak pernah dibuat he he he he he he).

Dari berbagai poster film yang berhasil dikumpulkan, terlihat serius dalam proses mengerjakannya ya kadang ada pula yang sekedar ngumpulkan (pokok gugur kewajiban) hal ini tidak menjadikan admin putus asa tapi justru ini membuat admin tambah semangat dengan membaca antusias para siswa siswi di SMA 2 Madiun. Poster Film merupakan hasil seni yang dipadukan dalam sebuah selembar kertas yang bisa mewakili sebuah cerita film dari awal sampai akhir sehingga bisa menarik seorang untuk melihat isi dari film tersebut.

Semoga poster poster film yang bisa kami dokumentasikan ini bisa mengobati rasa kangen alumni siswa siswi SMA 2 Madiun yang berada dimana saja ..... He he he he .... dan juga bisa membawa motifasi bagi siswa siswi SMA 2 Madiun yang lainnya .... Aamin














Read More

23 Jan 2019

Profil SMA 2 Madiun


PCC SMA 2 Madiun,
Rasa bangga di tim PCC menyelimuti semua anggota tim dimana di tahun 2019 ini tim PCC SMAN 2 Madiun diberi kepercayaan untuk memproduksi video profil SMAN 2 Madiun. Dan Alhamdulilah,  dari semua tugas yang diberikan sekolah, 3 buah video sudah selesai dikerjakan dan selesai. Antara lain:




1. Video Pembelajaran
2. Video Belajar Bersama
3. Video Profil SMAN 2 Madiun

Tugas ini dikerjakan dengan sungguh sungguh dan dengan rasa tanggung jawab oleh semua anggota tim PCC. Satu hal lagi, ini merupakan kepercayaan sekolah bagi tim PCC karena tugas ini hasilnya akan dikirim ke Direktorat Pembinaan SMA sebagai salah satu program SMA Rujukan.

Terima kasih juga untuk semua anggota tim baik aktor, aktris, sutradara, dan semua kru yang terlibat dalam tugas ini. Salam PCC 2019!


Admin PCC
Read More

18 Jan 2019

Kilas Balik ICT PCC SMA 2 Madiun

ICT PCC SMA 2 Madiun sudah ada sejak sebelum tahun 2010 dimana event ini muncul dari sekumpulan siswa siswi SMA 2 Madiun yang hobi dalam bidang komputer yang terwadahi dalam nama PCC. Nama PCC itu sendiri bermula dari nama Personal Computer Club. Dalam perkembangannya PCC mengalami pasang surut, tetapi tidak berhenti disitu saja tetapi PCC tetap bertahan dan mencoba untuk berevolusi dengan berbagai situasi dan konisi yang ada, pada akhirnya PCC mempunya program unggulan ICT yang pada tahun 2017 mengalami trobosan baru yaitu Lomba Film Pendek untuk interen kelas di SMA 2 Madiun.

Dengan kondisi seperti ini maka ICT otomatis merubah nama PCC menjadi Personal Computer and Cinematografi dimana pada waktu itu pembina PCC adalah Bapak Toto Hutomo, ST, S.Kom yang kebetulan hoby dalam bidang Cinematografi, dengan adanya wajah baru ini lah maka merubah langkah dan gerak PCC khususnya ICT menjadi icon di SMA 2 Madiun, dan bahkan tidak berhenti disitu saja, berbagai penghargaan yang sudah banyak didapat oleh PCC mulai tingkat Kota Madiun, Tingkat Propinsi dan Tingkat Nasional.

Dalam waktu yang cukup singkat PCC berubah wujud sebagai program unggulan di SMA 2 Madiun sebagai sekolah rujukan, dan mulailah PCC berbenah selangkah demi selakah menjadi Extra yang bisa memberikan wadah bagi siswa siswi SMA 2 Madiun yang hoby dalam bidang Computer, Desain Grafis, Foto Grafi dan Cinematografi, ...... Salam PCC 













Foto Sejarah ICT
Read More

17 Jan 2019

JURI ICT 2018


Madiun SMA 2 Madiun, di penghujung tahun 2018 Personal Computer end Cinematografi yang dikomandani oleh Tri Devi, Noovan, Lana dan temen temen PCC mengadakan event yang sangat bergensi di kalangan pelajar kota madiun ini terbukti dengan antusias peserta dan penonton dalam penganugerahan piala ICT di SMAN 2 Madiun yang bertempat di Jl. Biliton No 24 Madiun.



Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses yang dilihat dari tiket masuk yang mencapai 3000 lebih sehingga halaman tengah SMA 2 Madiun penuh sesak penonton baik dari siswa siswi SMA 2 Madiun sendiri dan penonton yang berasal dari luar SMA 2 Madiun. ICT ini merupakan agenda tetap dalam rangka HUT SMAN 2 Madiun dimana menampung bakat minat pelajar di karesidenan Madiun baik dalam bidang Seni Fotografi dan Sinema.

Terselenggaranya ICT 2018 ini tak lepas dari juri-juri ICT yang mempunya nilai dan bobot yang luar biasa yang di antaranya Ibu Bekti, Ibu Rochmatin, Bpk Totok Hariyanto, Bpk Nurnyanto dan Bpk Toto Hutomo selaku pembina PCC. Berkat juri-juri inilah nilai ICT 2018 semakin mantap dan semakin diperhitungkan di kalangan sineas sineas yang ada. Semoga ICT 2019 nanti akan semakin mantap dan berbobot. Terima kasih Juri ICT 2018. Mari persiapkan diri kalian untuk ICT 2019 yang akan datang, tunjukkan bahwa SMA mampu untuk menghasilkan orang orang yang berkualitas dan  berbobot. Go to ICT 2019!



Read More

13 Jul 2018

Profil Personal Computer and Cinematography


Personal Computer and Cinematography atau yang biasa disebut PCC merupakan salah satu ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Madiun. Ekstrakurikuler ini dibina oleh bapak Toto Hutomo. PCC dibentuk untuk siswa yang ingin memperdalam penguasaannya dalam bidang videografi, fotografi, hardware, optimasi media sosial, dan desain grafis. PCC sudah mendapatkan banyak penghargaan di tahun 2017 yaitu juara 1 BNPT Video Festival 2017, juara 1 Film Pendek Pekan Cukai Tembakau 2017, juara 2 Film Pendek Pekan Cukai Tembakau 2017, Karya Terbaik Jenjang SMA FSS 2017, juga berbagai juara lain yang telah PCC dapatkan di tahun sebelumnya. PCC juga berperan penting dalam berbagai event sekolah, salah satu tugasnya yaitu dokumentasi event sekolah


Read More