31 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Rama, Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun

Dari Hobi Multimedia Menjadi Bekal Menjalani Dunia Kerja 
Oleh: Rama, Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun 

Saat masih menjadi siswa SMA Negeri 2 Madiun, saya bukanlah siswa yang aktif di OSIS ataupun organisasi besar lainnya. Namun, saya memiliki satu ketertarikan yang akhirnya banyak memengaruhi perjalanan hidup saya hingga saat ini, yaitu multimedia. 
Karena hobi tersebut, saya bergabung dengan PCC. Awalnya sederhana, hanya ingin menyalurkan minat dalam bidang multimedia dan belajar hal-hal baru bersama teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama. Saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa keputusan untuk bergabung dengan PCC akan menjadi salah satu langkah kecil yang membawa banyak pengalaman berharga di masa depan. Saat di PCC saya pernah loh mendapat award Sutradara Terbaik di FSS, lupa tahun berapa dan menang di FLS2N hehe. 

Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Masa perkuliahan menjadi fase yang penuh pembelajaran, bukan hanya secara akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Di balik berbagai pengalaman yang menyenangkan, saya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan dari sisi ekonomi. Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, saya berusaha memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan sebaik mungkin. Namun, kebutuhan selama kuliah tentu tidak selalu dapat dipenuhi hanya dari beasiswa. Di titik itulah keterampilan multimedia yang saya pelajari dan tekuni sejak SMA menjadi sangat berarti. Saya mulai mengambil berbagai pekerjaan di bidang multimedia (dan juga jadi driver Grab hehehe) untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai dari membuat video kampus, mendokumentasikan berbagai kegiatan, hingga menjadi fotografer wisuda. 

Awalnya saya hanya ingin menambah uang saku dan membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah, tetapi ternyata pekerjaan-pekerjaan tersebut memberikan lebih dari sekadar penghasilan. Melalui dunia multimedia, saya bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Saya belajar berkomunikasi dengan klien, bekerja sama dengan tim, memahami kebutuhan orang lain, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul di lapangan. Tanpa saya sadari, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga sekaligus membantu saya bertahan selama menjalani masa perkuliahan. Selama masa kuliah, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dipercaya menjadi konseptor dalam penyelenggaraan ITS EXPO, salah satu acara besar di kampus. 

Dari sana saya belajar bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola tim, membangun koordinasi, menyelesaikan masalah, dan memastikan setiap orang dapat bekerja menuju tujuan yang sama. Pengalaman mengelola kegiatan dan berinteraksi dengan banyak orang tersebut ternyata menjadi bekal yang sangat berguna ketika memasuki dunia kerja. Banyak hal yang saya lakukan saat ini memiliki kemiripan dengan apa yang pernah saya pelajari dalam kepanitiaan dan kegiatan organisasi. Kemampuan berkomunikasi, mengatur pekerjaan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga memimpin dan mengarahkan anggota tim, semuanya sedikit demi sedikit terbentuk dari pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah. Salah satu pelajaran terbesar yang saya dapatkan dari dunia multimedia adalah pentingnya relasi. 

Keterampilan memang penting, tetapi relasi yang baik sering kali membuka peluang yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dari berbagai proyek dan kegiatan yang saya ikuti, saya mendapatkan banyak teman, mentor, serta pengalaman yang pada akhirnya membantu saya berkembang hingga berada di posisi saat ini. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya mendapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai Management Trainee (MT) di industri pertambangan. Bagi saya, kesempatan tersebut merupakan salah satu pencapaian besar karena program MT dikenal memiliki proses seleksi yang kompetitifdan menjadi jalur percepatan untuk mempelajari berbagai aspek bisnis perusahaan. Memasuki dunia kerja profesional tentu menjadi pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dunia perkuliahan. Saya harus belajar banyak hal baru, beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis, serta memahami berbagai proses operasional yang sebelumnya belum pernah saya temui. Namun ada satu hal menarik yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. 

Di tengah berbagai tugas dan pembelajaran sebagai Management Trainee, beberapa atasan mengetahui bahwa saya memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang multimedia. Kemampuan yang awalnya saya kembangkan sebagai hobi dan pekerjaan sampingan saat kuliah ternyata kembali memberikan manfaat di dunia kerja. Saya kemudian diberikan kepercayaan untuk terlibat dalam pembuatan berbagai materi multimedia, termasuk video profil dan dokumentasi area kerja. Melalui tugas tersebut, saya mendapatkan kesempatan yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang pada tahap awal karier. 

Saya dapat berinteraksi dengan berbagai departemen, memahami proses bisnis dari sudut pandang yang lebih luas, dan mengenal para pimpinan perusahaan secara lebih dekat. Pengalaman tersebut membuat proses adaptasi saya menjadi lebih cepat. Selain belajar mengenai pekerjaan utama, saya juga dapat memperkenalkan kemampuan lain yang saya miliki kepada lingkungan kerja. Dari situ saya semakin memahami bahwa setiap keterampilan yang kita pelajari, meskipun terlihat tidak berhubungan dengan profesi utama, tetap dapat menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Seiring berjalannya waktu, perjalanan karier saya terus berkembang hingga berada di posisi saat ini. Ketika melihat ke belakang, saya sering tersenyum mengingat banyak hal yang dulu hanya menjadi angan-angan. Sebagai mahasiswa dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ada banyak barang yang hanya bisa saya lihat melalui internet atau etalase toko. Saya bermimpi suatu hari bisa memiliki perangkat dan perlengkapan yang saya sukai, tetapi saat itu semuanya terasa sangat jauh. Saya masih ingat bagaimana dulu naik pesawat terasa seperti sesuatu yang sangat jauh dari kehidupan saya. Saat SMA maupun kuliah, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan bepergian menggunakan pesawat sebagai bagian dari pekerjaan. 

Ketika pertama kali merasakan pengalaman tersebut, saya benar-benar merasa bersyukur karena banyak hal yang dulu hanya menjadi angan-angan perlahan berubah menjadi kenyataan. Hari ini, saya makin bersyukur karena hasil dari proses belajar dan bekerja selama bertahun-tahun telah memungkinkan saya mewujudkan sebagian mimpi tersebut. Mulai dari merakit PC impian, memiliki ROG Ally X, Nintendo, mengoleksi gadget impian dan per-audio-an, hingga memiliki kamera dan lensa yang pernah menjadi barang impian saya. Semua itu bukan tentang barangnya semata, tetapi menjadi pengingat bahwa usaha yang dilakukan secara konsisten akan membawa hasil pada waktunya. Bahkan sampai sekarang, saya masih memiliki target dan impian berikutnya, salah satunya adalah memiliki drone untuk terus mengembangkan hobi fotografi dan videografi. 

Dari semua perjalanan yang telah saya lalui, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan kepada adik-adik PCC. Pertama, jangan pernah meremehkan sebuah hobi. Hobi yang ditekuni dengan serius dapat berkembang menjadi keterampilan yang bernilai dan bahkan membuka jalan menuju berbagai kesempatan. Kedua, jangan takut mencoba hal-hal baru karena pengalaman sering kali menjadi guru terbaik. Ketiga, bangun relasi yang baik dengan siapa pun karena kita tidak pernah tahu dari mana peluang akan datang. Keempat, keterampilan di luar bidang utama yang kita pelajari bisa menjadi pembeda yang membuat kita dikenal dan dipercaya. 

Dan yang terakhir, teruslah belajar dan berkembang karena dunia akan selalu berubah. Saya tidak berasal dari keluarga yang bisa menyediakan semua hal yang saya inginkan. Sederhananya, dari perintis bukan pewaris. Namun, saya belajar bahwa dengan terusmengembangkan kemampuan, bekerja keras, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, sedikit demi sedikit hal-hal yang dulu hanya menjadi mimpi dapat berubah menjadi kenyataan. Saat saya bergabung dengan PCC dulu, saya tidak pernah membayangkan akan berada di titik ini. Saya tidak pernah menyangka bahwa hobi multimedia yang awalnya hanya menjadi sarana menyalurkan minat akan membantu saya bertahan selama kuliah, mempertemukan saya dengan banyak relasi, mengajarkan kepemimpinan, membantu saya diterima dalam program Management Trainee, hingga menjadi nilai tambah yang membuat saya dipercaya di lingkungan kerja. 

Karena itu, untuk adik-adik PCC yang saat ini masih berproses, jangan pernah meremehkan apa yang sedang kalian pelajari hari ini. Tekuni setiap kesempatan yang ada, teruslah berkarya, dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Siapa tahu, keterampilan yang sedang kalian asah saat ini akan menjadi awal dari perjalanan besar yang membawa kalian menuju masa depan yang bahkan belum pernah kalian bayangkan sebelumnya. Terus berkarya, terus belajar, dan terus bertumbuh. Sampai bertemu di cerita kalian berikutnya. 

Semangat!! 
Rama (ig: ramaei_) 
Alumni PCC SMA Negeri 2 Madiun

Read More

Jejak Alumni PCC : Rafi Anandyantoro

 How Cinema Shaped My Journey in the Creative Industry

Tidak semua perjalanan karier dimulai dari rencana besar. Beberapa justru lahir dari hal sederhana: rasa penasaran, kegemaran menonton film, lalu muncul satu pertanyaan kecil “Kalau suka film, kenapa tidak sekalian bikin film?”

Halo, aku Rafi Anandyantoro atau biasa dikenal dengan Afi. Dari sekadar menikmati visual dan cerita di layar, aku mulai tertarik memahami bagaimana sebuah karya dibangun, bagaimana emosi penonton bisa terbentuk lewat gambar, suara, dan storytelling. Ketertarikan tersebut akhirnya membawa ku memilih melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Madiun dengan satu tujuan yang cukup spesifik: bergabung dengan PCC SMADA, salah satu ekstrakurikuler film paling bonafit di Kota Madiun.

Di PCC SMADA, aku tidak hanya belajar tentang teknis produksi film, tetapi juga belajar tentang kerja tim, kepemimpinan, dan bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi karya nyata. Kesempatan menjadi Wakil Ketua II memberikan pengalaman besar dalam mengelola berbagai event, produksi kreatif, hingga membangun relasi dengan banyak orang yang memiliki passion serupa di dunia perfilman dan multimedia.

Berbagai lomba film juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika berhasil meraih JUARA 1 SINEMATOGRAFI SMA AWARDS. Pengalaman itu menjadi validasi pertama bahwa dunia kreatif bukan sekadar hobi, tetapi juga ruang yang bisa terus dikembangkan secara profesional.

Lebih dari itu, PCC SMADA menjadi fondasi yang sangat kuat untuk perjalanan ku berikutnya. Bekal organisasi, portofolio, dan pengalaman produksi yang didapat selama SMA membuat ku lebih siap ketika melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya sebagai mahasiswa Sastra Inggris. Di bangku perkuliahan, aku kembali mencari ruang untuk bertumbuh di dunia kreatif dengan bergabung di Nol Derajat Film, salah satu organisasi perfilman terbaik di kampus.

Aktif di organisasi kampus membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang. Aku terlibat dalam berbagai produksi konten, videografi, event kreatif, hingga kompetisi nasional di bidang storytelling dan multimedia. Pada saat mengikuti organisasi film di perkuliahan, aku juga berhasil menjadi director untuk film pendek berjudul Evaluasi Evolusi, sebuah karya yang berhasil ditayangkan di beberapa festival film di Malang maupun festival film tingkat nasional. Dari pengalaman tersebut, aku juga mulai mendapatkan kesempatan freelance untuk menambah uang jajan melalui project video editing, desain grafis, hingga social media content.

Perjalanan organisasi yang aktif di bidang dokumentasi, desain, dan multimedia kemudian membawa ku dipercaya menjadi student employee di fakultas. Kesempatan ini menjadi titik penting karena aku mulai belajar bekerja secara profesional dalam lingkungan institusi, menghadapi kebutuhan komunikasi visual yang nyata, serta memahami bagaimana kreativitas dapat memberikan dampak langsung terhadap branding dan penyampaian informasi.

Tidak berhenti di sana, aku kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti program dari Kementerian Pendidikan Indonesia, yaitu MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Melalui program tersebut, aku berkesempatan magang di PT United Tractors Tbk., bagian dari ASTRA International, sebagai Communication and Graphic Designer Intern.

Pengalaman di perusahaan besar tersebut menjadi salah satu fase paling penting dalam perjalanan karier ku. Aku belajar bagaimana industri profesional bekerja dengan standar tinggi, bagaimana storytelling visual digunakan untuk kebutuhan corporate communication, hingga bagaimana mengubah informasi teknis menjadi konten yang menarik dan mudah dipahami. Selama magang, aku terlibat dalam produksi ratusan aset visual, instructional video, motion graphic, hingga branding berbagai event internal perusahaan.

Setelah lulus sebagai fresh graduate, kesempatan kembali datang melalui program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Aku berkesempatan bergabung di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTEK), salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Menariknya, aku dipercaya untuk terlibat di dua divisi sekaligus: Employer Branding yang merupakan bagian dari Human Resources, serta Corporate Communication.

Di lingkungan industri media, aku semakin memahami bahwa kreativitas bukan hanya soal visual yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana membangun komunikasi yang relevan dan berdampak bagi audiens. Aku terlibat dalam produksi event coverage, live report, employer branding content, hingga berbagai kebutuhan media digital perusahaan. Pengalaman ini memperluas sudut pandang ku tentang dunia creative industry yang ternyata memiliki banyak cabang dan peluang karier yang sangat luas.

Selain pengalaman profesional tersebut, perjalanan ku juga dipenuhi berbagai pengalaman freelance, produksi konten digital, hingga pengembangan personal branding sebagai content creator. Dan untuk saat ini, aku juga dipercaya sebagai Creative Director di IMAJIWA Creative Studio, sebuah ruang professional kreatif yang menjadi wadah untuk terus berkembang, mengubah sebuah ide menjadi storytelling visual yang relevan dan berdampak bagi audiens dan brand.

Semua proses itu memperlihatkan bahwa dunia creative industry adalah industri yang terus bergerak dan menuntut kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang. Jika ditarik kembali ke awal perjalanan, semuanya berawal dari satu ruang kecil bernama PCC SMADA. Tempat itu bukan hanya sekadar ekstrakurikuler film, tetapi juga wadah yang mempertemukan passion, proses belajar, relasi, dan keberanian untuk mencoba. PCC menjadi tempat pertama ku memahami bahwa karya kreatif dan dunia cinema dapat membuka begitu banyak pintu kesempatan.

Karena pada akhirnya, perjalanan di dunia kreatif bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil, melainkan siapa yang terus mau belajar, berkarya, dan bertahan dalam prosesnya. Dan terkadang, mimpi besar memang bisa dimulai dari hal sederhana, dari seorang anak yang awalnya hanya suka menonton film, lalu memutuskan untuk mulai membuat filmnya sendiri.

Read More

29 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Kevin Fauzan Arjuna

Haloooo Smaders!

Perkenalkan aku Kevin Fauzan Arjuna, alumni SMAN 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Sistem Informasi.


Ceritaku di PCC sebenarnya bermula dari hal yang cukup sederhana, yaitu hobi nonton, terutama film animasi Jepang. Kalau ditanya kenapa film, sejujurnya ngga ada jawaban yang khusus selain karena aku memang suka. Lewat sebuah film, aku merasa bisa terhubung dengan banyak orang, meski kita ngga saling kenal. Dari sekadar penikmat, film perlahan membawaku terjun lebih dalam ke balik layar produksi film.

Fun fact, karya pertamaku adalah sebuah film pendek yang bisa dibilang modal nekat untuk lomba ICT Festival 2020. Waktu itu, aku yang masih SMP belajar dari nol tentang produksi film. Ngga paham angle kamera, ngga ngerti tata cahaya, apalagi urusan editing yang rumit. Semuanya murni learning by doing berbekal tekad buat nyoba. Tapi beruntungnya, kerja keras itu terbayarkan dengan keluarnya film itu sebagai Juara 1 Film Terbaik kategori SMP. Momen itulah yang menjadi titik balikku untuk terjun lebih dalam pada dunia sinematografi. Rasanya seperti menemukan passion baru yang bikin aku pengen terus bikin karya.

Lulus SMP dan diterima di SMADA, aku sudah punya target masuk PCC. Bagiku, PCC adalah wadah yang paling tepat untuk menyalurkan apa yang sudah aku mulai. Sembari mencari pengalaman kepemimpinan di OSIS, aku terus memperdalam ilmu produksi film dan perlahan merambah ke bidang kreatif lain. Di tahun pertama, alhamdulillah aku dan teman-teman PCC berhasil menorehkan prestasi, seperti Juara 1 Film Pendek Anti Korupsi Universitas Merdeka Madiun, dan Juara 2 Film Pendek Ekonomi Kreatif STIE Surakarta.

Khusus untuk produksi di STIE Surakarta, itu adalah pengalaman yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, hampir seluruh anggota PCC Gen 18 bekerja sama penuh memproduksi satu film pendek berdurasi 20 menit durasi yang lumayan menantang untuk produksi anak SMA. Sebagai sutradara, aku bener-bener belajar banyak. Di proyek inilah aku sadar bahwa lewat PCC, aku bisa terkoneksi dengan begitu banyak kepala. Ini bukan lagi soal siapa yang memimpin jalannya syuting atau siapa yang paling jago pegang kamera, tapi tentang bagaimana sebuah karya bisa menyatukan ego dan isi kepala semua orang. Mulai dari beda pendapat saat penulisan cerita, mendalami penokohan, proses shooting yang sering kejar-kejaran sama waktu, hingga begadang di proses editing, semuanya bergerak dengan satu visi yang sama, ingin membuat karya yang berkesan.

Memasuki tahun kedua dan ketiga SMA, tanggung jawab yang aku pegang semakin besar. Dengan segala upaya dan kerja keras, aku dipercaya menjadi Ketua PCC Gen 18 sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Bidang 9 OSIS. Menggabungkan dunia kreatif di PCC dengan kehidupan organisasi di OSIS menjadi satu kesatuan tantangan yang ngga lepas dari keseharian SMA. Rasanya capek, pasti. Tapi di situlah mental dan kemampuanku mengatur banyak hal benar-benar dilatih.

Di bawah kepengurusan Gen 18, kami meluncurkan berbagai program kerja yang fokus pada pengembangan skill bareng-bareng. Salah satunya adalah Summer Camp. Di acara ini, seluruh anggota Gen 18 dan 19 berkumpul dan dilatih langsung oleh tentor sebaya. Teman-teman yang punya skill lebih di bidang sinematografi, fotografi, desain grafis, hardware, hingga kelas peran, secara bergantian menyalurkan ilmunya. Belajarnya ngga kaku, tapi justru seru banget karena yang ngajar adalah teman sendiri. Lalu, ada juga program kunjungan ke ISI Yogyakarta. Program ini sengaja kami buka ngga cuma buat anak PCC, tapi untuk seluruh siswa SMADA yang berminat di bidang kreatif. Berkunjung di salah satu institut seni paling bergengsi di Indonesia dan mendapat ilmu langsung dari para ahlinya benar-benar membuka mata dan imajinasi kami tentang luasnya dunia kreatif.

Dan tentu saja, puncaknya adalah program kerja yang paling menguras energi tapi paling membanggakan, ICT Festival 2024. Event ini adalah salah satu rangkaian HUT SMADA terbesar kala itu. Kami ngga sekadar bikin acara internal, tapi berani membuka berbagai cabang lomba untuk tingkat SD, SMP, dan SMA se-Karesidenan Madiun, sekaligus menggabungkannya dengan gelar karya P5 untuk kelas 12. Mengoordinasikan acara sebesar itu butuh tenaga besar. Dari mikirin konsep, technical meeting, sampai troubleshooting masalah di lapangan. Itu adalah rangkaian event yang sangat panjang dan melelahkan, tapi itu jadi salah satu memori paling berkesan dalam masa SMA.

Dewasa ini aku semakin sadar bahwa bagiku PCC bukan sekadar ekstrakurikuler. PCC adalah rumah kreatif. Tempat di mana berbagai imajinasi, impian, visi, dan misi diwujudkan secara nyata. Di PCC, ngga peduli siapa yang paling hebat atau paling jago, kita belajar dan jatuh-bangun bareng. Ngga ada organisasi yang berjalan mulus tanpa gesekan. Tapi justru dari setiap masalah dan adu emosi itulah, PCC selalu berhasil menemukan cara untuk bangkit di setiap siklus.

PCC memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentuk diriku sekarang yang penuh imajinasi dan impian. Di sinilah tempatku mewujudkan itu semua satu per satu bersama teman-teman. Meski ngga selalu sempurna, meski di tengah jalan sering mikir "kayaknya bisa deh dibikin lebih bagus lagi", tapi ya itulah prosesnya. Bersama keluarga PCC, aku berbenturan dengan teman-teman lain, kami pernah marah karena beda pendapat, susah saat dikejar deadline, hingga akhirnya tersenyum senang dan sedih terharu saat melihat karya kami ditonton banyak orang. Semua rasa itu kami lalui bersama.

Sampai hari ini, meskipun langkahku sudah membawaku ke Fakultas Ilmu Komputer UI, pondasi berpikir kreatif dan problem-solving yang aku pelajari di PCC terus kepakai di kehidupanku sekarang. Memilih masuk PCC adalah salah satu keputusan terbaik yang ngga akan pernah aku sesali. Menemukan orang-orang yang memiliki harapan yang sama, meski dengan minat teknis yang berbeda-beda, justru membuat kami jadi saling melengkapi. Dari sinilah lahir karya-karya yang tidak hanya estetik, tapi juga punya jiwa untuk menghubungkan banyak orang di baliknya.

Sebagai alumni, aku senang melihat PCC masih terus konsisten merawat tali silaturahmi. Setiap tahunnya, selalu ada ruang di mana lintas generasi dipertemukan untuk berbagi cerita demi membangun PCC yang jauh lebih baik lagi.

Sukses terus untuk PCC! Buat teman-teman dan adik-adik kreatif PCC lainnya, semangat terus belajarnya, jangan pernah takut untuk bereksplorasi, dan pastinya ditunggu karya-karya hebat kalian selanjutnya!



Read More

21 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Ananta Nafis Rasendriya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatauh, Perkenalkan, saya Ananta Nafis Rasendriya, alumni SMA Negeri 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia jurusan Ilmu Pemasyarakatan. Saya pribadi memiliki minat besar dalam dunia organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan kreativitas, khususnya di bidang multimedia dan komunikasi visual. Sejak SMA, saya percaya bahwa proses berkembang tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal di kelas, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam berbagai event.

Selama menempuh pendidikan, saya aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan yang membantu membentuk kemampuan saya dalam bekerja sama, memimpin, serta menyelesaikan permasalahan di lingkungan yang dinamis. Saya pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 2 Madiun periode 2022/2023 dan Ketua Umum HIMO Kota Madiun, sebuah organisasi yang menjadi wadah kolaborasi para Ketua OSIS se-Kota Madiun. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana membangun komunikasi yang baik, mengoordinasikan banyak orang, hingga mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Selain itu, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan dan event sekolah, mulai dari menjadi Ketua Pelaksana HUT SMAN 2 Madiun ke-70, koordinator acara, hingga divisi acara dalam berbagai kegiatan seni, olahraga, akademik, dan sosial masyarakat. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarkan saya arti tanggung jawab, kepemimpinan, manajemen waktu, dan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Di tengah berbagai pengalaman organisasi tersebut, PCC SMADA menjadi salah satu tempat yang paling berkesan dalam perjalanan saya selama di SMA. Awalnya, saya bergabung dengan PCC karena memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fotografi. Saat itu, saya ingin memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan saya dalam mengambil gambar, memahami teknik fotografi, dan belajar lebih jauh mengenai dunia multimedia. Namun, seiring berjalannya waktu, PCC memberikan pengalaman yang jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.

PCC bukan hanya sekadar ekstrakurikuler komputer dan cinematography, tetapi menjadi ruang belajar dan tempat berkembang bagi saya. Di dalam PCC, saya diperkenalkan dengan banyak hal baru mulai dari fotografi, videografi, cinematography, editing video, desain grafis, hingga pengelolaan media sosial. Saya belajar bagaimana sebuah karya visual tidak hanya dibuat untuk terlihat menarik, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan, emosi, dan cerita kepada orang lain. Dari kegiatan dokumentasi sekolah, produksi short movie, hingga proses editing, saya mulai memahami bagaimana dunia kreatif membutuhkan ketelitian, konsistensi, kerja sama, dan kemampuan untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.

Melalui PCC, saya juga mendapatkan banyak pengalaman lapangan yang sangat berharga. Saya terlibat dalam berbagai kegiatan dokumentasi acara sekolah, pengambilan konten, hingga proses produksi media publikasi. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana bekerja di bawah tekanan waktu, menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan, serta berpikir kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang muncul selama proses produksi. Terkadang sebuah hasil foto atau video yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan proses panjang, koordinasi tim, dan banyak percobaan sebelum mendapatkan hasil terbaik. Dunia kreatif memang sering terlihat menyenangkan dari luar, padahal di belakang layar ada orang-orang yang rela pulang paling akhir hanya demi memastikan hasil dokumentasi terlihat maksimal.

Selain mengembangkan kemampuan teknis, PCC juga memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan interpersonal saya. Di dalam PCC, saya belajar bagaimana bekerja sama dalam tim, menyampaikan ide, menerima kritik, dan menghargai proses belajar satu sama lain. Lingkungan PCC membuat saya merasa nyaman untuk berkembang karena hubungan antaranggota dibangun dengan rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Senior tidak hanya menjadi pembimbing dalam hal teknis, tetapi juga menjadi tempat berbagi pengalaman dan motivasi. Hal tersebut membuat saya merasa bahwa PCC bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga tempat bertumbuh sebagai pribadi.

Salah satu hal yang paling saya rasakan selama berada di PCC adalah bagaimana organisasi ini memberikan ruang bagi setiap anggotanya untuk berkembang sesuai minat dan potensinya masing-masing. Tidak ada batasan untuk mencoba hal baru. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk belajar, bereksplorasi, dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan. Dari situlah saya belajar untuk lebih percaya diri terhadap kemampuan yang saya miliki dan lebih berani mengambil kesempatan dalam berbagai pengalaman.

Bagi saya, alasan memilih PCC sebagai jembatan karier bukan hanya karena ilmu dan pengalaman yang diberikan, tetapi juga karena nilai-nilai yang diajarkan di dalamnya. PCC mengajarkan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman yang saya dapatkan di PCC menjadi bekal yang sangat penting dalam perjalanan saya di dunia organisasi maupun profesional hingga saat ini.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari PCC SMADA karena dari tempat inilah saya mendapatkan banyak pengalaman, relasi, serta pembelajaran hidup yang membentuk diri saya hingga sekarang. PCC bukan hanya sebuah ekstrakurikuler, tetapi juga rumah untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri. Banyak hal yang saya pelajari di PCC yang masih saya pegang hingga saat ini, baik dalam cara saya bekerja, berorganisasi, maupun menghadapi tantangan di lingkungan baru.

 

Read More

18 Mei 2026

PCC 2026 Meraih Juara dalam Event FLS3N

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh PCC 2026 dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026. Pada cabang lomba fotografi, siswa-siswi PCC 2026 berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga membawa pulang penghargaan yang membanggakan

Ahmad RIzky Maulana 
Madiun, 11 April 2008
Hobby : Fotografi, Gaming, Nonton Balapan
Nama : Fabian Nizam Arianto
Tempat, tanggal lahir : Madiun, 23 April 2009
Hobi : Fotografi, Bertualang

Dalam perlombaan tersebut, Ahmad RIzky Maulana berhasil meraih Juara 1 Fotografi, sedangkan Fabian Nizam Arianto memperoleh Juara Harapan 2 Fotografi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja keras, dan semangat berkarya para siswa PCC 2026 mampu bersaing dan memberikan hasil yang luar biasa.

Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari latihan, dedikasi, serta dukungan dari para pembina dan seluruh keluarga besar PCC 2026. Melalui karya fotografi yang kreatif dan penuh makna, para peserta mampu menampilkan hasil terbaik di hadapan dewan juri.

Sambutan Pembina

Pembina PCC 2026 menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah dalam ajang FLS3N 2026.

“Saya sangat bangga atas pencapaian yang diraih oleh Riski dan Fabian. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berjuang, belajar, dan berkembang. Khususnya untuk adik-adik PCC lainnya, jangan pernah berhenti berkarya dan teruslah mengembangkan bakat yang dimiliki. Karena setiap karya memiliki nilai dan cerita yang luar biasa.”

Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian-pencapaian berikutnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh siswa agar terus aktif berkarya dan berprestasi di berbagai bidang.

Selamat kepada Riski dan Fabian atas prestasi yang telah diraih. Teruslah berkarya dan menginspirasi!

Ini bisa menjadi contoh inspirasi bagi adik adik nya ..... Semangat Salam PCC 




Read More

12 Mei 2026

PCC Prestasi Gemilang di FLS3N 2026 Cabang Comic Digital

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh ekstrakurikuler PCC (Personal Computer and Cinematography) SMA Negeri 2 Madiun dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026. Pada cabang lomba Comic Digital, dua siswa PCC berhasil menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaiknya hingga meraih juara di tingkat kompetisi tahun 2026.

Juara 2 Comic Digital berhasil diraih oleh Areta Anindya Wahyudi melalui karya komik digital yang kreatif, inovatif, dan penuh pesan inspiratif. Dengan penguasaan ilustrasi digital serta alur cerita yang menarik, karya tersebut mampu memikat para dewan juri dan bersaing dengan peserta terbaik lainnya.

Selain itu, prestasi juga diraih oleh Tegar Daniar Al Fahrizy yang sukses memperoleh Juara 3 Comic Digital. Karya yang ditampilkan menunjukkan kemampuan dalam mengolah visual, pewarnaan digital, dan penyampaian cerita yang kuat sehingga mendapat apresiasi tinggi dari para penilai.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa anggota PCC tidak hanya unggul dalam bidang teknologi dan sinematografi, tetapi juga mampu berkembang dalam seni digital kreatif. Prestasi yang diraih oleh Areta dan Tegar menjadi motivasi bagi anggota PCC lainnya untuk terus berkarya, berlatih, dan mengembangkan potensi di bidang multimedia dan desain digital.

Pihak sekolah memberikan apresiasi atas kerja keras para siswa serta dukungan dari pembina PCC yang terus mendampingi proses latihan dan persiapan lomba. Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Dengan semangat kreativitas dan inovasi, PCC SMA Negeri 2 Madiun kembali membuktikan diri sebagai wadah pengembangan bakat siswa yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi di bidang teknologi dan seni digital.




Read More

PCC Raih Prestasi Gemilang di FLS3N 2025: Eugenius Hizkia Andriawan Sabet Juara 1 Fotografi

Ekstrakurikuler PCC (Personal Computer and Cinematography) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat tahun 2025. Prestasi gemilang tersebut diraih oleh siswa berbakat, Eugenius Hizkia Andriawan, yang berhasil meraih Juara 1 Fotografi setelah bersaing dengan banyak peserta dari berbagai sekolah.

Eugenius Hizkia Andriawan
Kota Madiun, 21 Mei 2008
Jabatan : Anggota seksi/bidang Dokumentasi
Cita-cita : Engineer sukses

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas, kerja keras, dan semangat belajar mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Dalam kompetisi fotografi tersebut, Eugenius berhasil menampilkan karya yang memiliki nilai artistik tinggi, komposisi yang kuat, serta pesan visual yang mendalam sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

Prestasi ini tentu tidak lepas dari dukungan dan bimbingan pembina PCC, Juanita Suryaningrum, yang senantiasa memberikan arahan, motivasi, dan pendampingan kepada seluruh anggota PCC dalam mengembangkan kemampuan di bidang fotografi dan sinematografi. Dengan pembinaan yang konsisten, PCC terus berkembang menjadi wadah kreativitas siswa yang mampu menghasilkan berbagai karya berkualitas.

Ajang FLS3N sendiri merupakan salah satu kompetisi bergengsi bagi pelajar di Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas siswa dalam bidang seni. Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekolah sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.




Melalui pencapaian ini, PCC membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan dedikasi tinggi dapat membawa hasil yang luar biasa. Diharapkan prestasi yang diraih oleh Eugenius Hizkia Andriawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat serta berani menunjukkan karya terbaik mereka di berbagai ajang kompetisi.


Selamat kepada Eugenius Hizkia Andriawan atas raihan Juara 1 Fotografi FLS3N 2025. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan serta membawa nama baik sekolah semakin dikenal melalui karya-karya kreatif dan inspiratif.

Read More

PCC 2026 Raih Prestasi Gemilang di Ajang Tingkat Cabang Dinas Madiun

Ekstrakurikuler PCC (Personal Computer and Cinematography) kembali mengharumkan nama sekolah melalui berbagai prestasi membanggakan dalam ajang lomba tingkat Cabang Dinas Madiun Tahun 2026. Kompetisi yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Madiun tersebut menjadi ajang unjuk kreativitas, inovasi, serta kemampuan siswa dalam bidang teknologi dan seni digital.

Pada perlombaan tahun ini, tim PCC berhasil membawa pulang beberapa penghargaan bergengsi dari berbagai kategori lomba. Prestasi tersebut membuktikan bahwa siswa-siswi anggota PCC memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang fotografi, perfilman pendek, dan komik digital.

Berikut daftar prestasi yang berhasil diraih oleh PCC Tahun 2026:

  • Juara 1 Fotografi
  • Juara Harapan 2 Fotografi
  • Juara 3 Short Movie
  • Juara 2 Comic Digital
  • Juara 3 Comic Digital

Prestasi terbesar berhasil diraih pada cabang Fotografi, di mana anggota PCC sukses memperoleh Juara 1 melalui karya foto yang kreatif, penuh makna, dan memiliki komposisi visual yang sangat baik. Selain itu, penghargaan Juara Harapan 2 Fotografi juga menjadi bukti bahwa kemampuan anggota PCC dalam bidang seni visual semakin berkembang dan mampu bersaing dengan sekolah lain.

Tidak hanya di bidang fotografi, PCC juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kategori Short Movie dengan meraih Juara 3. Film pendek yang ditampilkan mengangkat tema yang inspiratif serta dikemas dengan teknik pengambilan gambar dan alur cerita yang menarik sehingga mendapatkan apresiasi dari dewan juri.

Dalam bidang desain kreatif, anggota PCC kembali menorehkan prestasi melalui kategori Comic Digital dengan meraih Juara 2 dan Juara 3. Karya komik digital yang dibuat menampilkan ilustrasi kreatif, alur cerita menarik, serta pesan moral yang kuat sehingga mampu menarik perhatian para penilai.

Keberhasilan ini tentu tidak diraih dengan mudah. Seluruh anggota PCC telah melalui proses latihan, diskusi, dan persiapan yang panjang. Dukungan dari pembina, guru, serta pihak sekolah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Semangat kerja sama, kreativitas, dan pantang menyerah menjadi kunci utama dalam meraih prestasi ini.

Prestasi PCC Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang teknologi, seni, dan multimedia. Selain itu, pencapaian ini juga semakin memperkuat eksistensi PCC sebagai ekstrakurikuler yang aktif, kreatif, dan berprestasi di tingkat Kota Madiun.

Dengan keberhasilan ini, PCC membuktikan bahwa generasi muda mampu berkarya dan berprestasi melalui kreativitas digital. Semoga di masa mendatang PCC dapat terus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Read More

7 Mei 2026

Pelepasan Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Madiun Berlangsung Penuh Haru dan Kenangan

Suasana haru dan bahagia menyelimuti lingkungan SMA Negeri 2 Madiun dalam kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2026. Acara tersebut menjadi momen istimewa bagi seluruh siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka selama tiga tahun di bangku SMA.

Kegiatan pelepasan berlangsung dengan meriah namun tetap penuh makna. Para siswa, guru, dan orang tua hadir untuk menyaksikan prosesi perpisahan sekaligus memberikan doa dan dukungan bagi para lulusan yang akan melanjutkan perjalanan menuju dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

   

Di antara para siswa kelas XII, anggota PCC (Personal Computer and Cinematography) turut menjadi sorotan dalam acara tersebut. Selama menjadi bagian dari ekstrakurikuler PCC, para siswa telah banyak menghasilkan karya kreatif di bidang teknologi, multimedia, fotografi, dan videografi. Kebersamaan yang telah terjalin selama mengikuti berbagai kegiatan dan proyek membuat momen perpisahan terasa semakin emosional.

Acara pelepasan diisi dengan berbagai penampilan seni, pemutaran video kenangan, serta penyampaian pesan dan kesan dari siswa maupun guru. Video dokumentasi perjalanan siswa kelas XII menjadi salah satu bagian yang paling mengharukan karena menampilkan berbagai momen selama mereka belajar dan berkegiatan di sekolah.

  

Perwakilan anggota PCC kelas XII menyampaikan rasa terima kasih kepada sekolah, guru pembina, dan teman-teman yang telah memberikan pengalaman berharga selama mereka menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Madiun. Mereka berharap PCC dapat terus berkembang dan menjadi wadah kreativitas bagi generasi berikutnya.

“Kami belajar banyak hal di PCC, mulai dari kerja sama, kreativitas, hingga tanggung jawab. Semua pengalaman ini akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ujar salah satu anggota PCC kelas XII.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas XII atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih selama menjadi bagian dari SMA Negeri 2 Madiun. Kepala sekolah berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang sukses, berkarakter, dan mampu membawa nama baik almamater di masa depan.

Kegiatan pelepasan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan antara siswa, guru, serta seluruh warga sekolah. Meski dipenuhi rasa sedih karena harus berpisah, acara ini menjadi simbol awal perjalanan baru bagi siswa kelas XII untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Satu hal Jangan Lupa PCC ya .......

Read More

26 Apr 2026

Para Juara FLS3N Beberapa Kota dan Kabupaten

 

Juara 1 Film Pendek FLS3N Tingkat Nasional 2025. PLASTIC MEMORY- SMA ISLAM AL AZHAR 9 YOGYAKARTA

Read More