Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatauh, Perkenalkan, saya Ananta Nafis Rasendriya, alumni SMA Negeri 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia jurusan Ilmu Pemasyarakatan. Saya pribadi memiliki minat besar dalam dunia organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan kreativitas, khususnya di bidang multimedia dan komunikasi visual. Sejak SMA, saya percaya bahwa proses berkembang tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal di kelas, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam berbagai event.
Selama
menempuh pendidikan, saya aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan
yang membantu membentuk kemampuan saya dalam bekerja sama, memimpin, serta
menyelesaikan permasalahan di lingkungan yang dinamis. Saya pernah dipercaya
menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 2 Madiun periode 2022/2023 dan Ketua Umum HIMO
Kota Madiun, sebuah organisasi yang menjadi wadah kolaborasi para Ketua OSIS
se-Kota Madiun. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana membangun
komunikasi yang baik, mengoordinasikan banyak orang, hingga mengambil keputusan
dalam berbagai situasi. Selain itu, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan
dan event sekolah, mulai dari menjadi Ketua Pelaksana HUT SMAN 2 Madiun ke-70,
koordinator acara, hingga divisi acara dalam berbagai kegiatan seni, olahraga,
akademik, dan sosial masyarakat. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarkan
saya arti tanggung jawab, kepemimpinan, manajemen waktu, dan pentingnya kerja
sama dalam mencapai tujuan bersama.
Di
tengah berbagai pengalaman organisasi tersebut, PCC SMADA menjadi salah satu
tempat yang paling berkesan dalam perjalanan saya selama di SMA. Awalnya, saya
bergabung dengan PCC karena memiliki ketertarikan besar terhadap dunia
fotografi. Saat itu, saya ingin memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan
saya dalam mengambil gambar, memahami teknik fotografi, dan belajar lebih jauh
mengenai dunia multimedia. Namun, seiring berjalannya waktu, PCC memberikan
pengalaman yang jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.
PCC
bukan hanya sekadar ekstrakurikuler komputer dan cinematography, tetapi menjadi
ruang belajar dan tempat berkembang bagi saya. Di dalam PCC, saya diperkenalkan
dengan banyak hal baru mulai dari fotografi, videografi, cinematography,
editing video, desain grafis, hingga pengelolaan media sosial. Saya belajar
bagaimana sebuah karya visual tidak hanya dibuat untuk terlihat menarik, tetapi
juga harus mampu menyampaikan pesan, emosi, dan cerita kepada orang lain. Dari
kegiatan dokumentasi sekolah, produksi short movie, hingga proses
editing, saya mulai memahami bagaimana dunia kreatif membutuhkan ketelitian,
konsistensi, kerja sama, dan kemampuan untuk terus belajar mengikuti
perkembangan teknologi.
Melalui
PCC, saya juga mendapatkan banyak pengalaman lapangan yang sangat berharga.
Saya terlibat dalam berbagai kegiatan dokumentasi acara sekolah, pengambilan
konten, hingga proses produksi media publikasi. Dari pengalaman tersebut, saya
belajar bagaimana bekerja di bawah tekanan waktu, menyesuaikan diri dengan
kondisi di lapangan, serta berpikir kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang
muncul selama proses produksi. Terkadang sebuah hasil foto atau video yang
terlihat sederhana ternyata membutuhkan proses panjang, koordinasi tim, dan
banyak percobaan sebelum mendapatkan hasil terbaik. Dunia kreatif memang sering
terlihat menyenangkan dari luar, padahal di belakang layar ada orang-orang yang
rela pulang paling akhir hanya demi memastikan hasil dokumentasi terlihat
maksimal.
Selain
mengembangkan kemampuan teknis, PCC juga memberikan pengaruh besar terhadap
kemampuan interpersonal saya. Di dalam PCC, saya belajar bagaimana bekerja sama
dalam tim, menyampaikan ide, menerima kritik, dan menghargai proses belajar
satu sama lain. Lingkungan PCC membuat saya merasa nyaman untuk berkembang
karena hubungan antaranggota dibangun dengan rasa kekeluargaan yang sangat
kuat. Senior tidak hanya menjadi pembimbing dalam hal teknis, tetapi juga
menjadi tempat berbagi pengalaman dan motivasi. Hal tersebut membuat saya
merasa bahwa PCC bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga tempat
bertumbuh sebagai pribadi.
Salah
satu hal yang paling saya rasakan selama berada di PCC adalah bagaimana
organisasi ini memberikan ruang bagi setiap anggotanya untuk berkembang sesuai
minat dan potensinya masing-masing. Tidak ada batasan untuk mencoba hal baru.
Setiap anggota diberikan kesempatan untuk belajar, bereksplorasi, dan terlibat
langsung dalam berbagai kegiatan. Dari situlah saya belajar untuk lebih percaya
diri terhadap kemampuan yang saya miliki dan lebih berani mengambil kesempatan
dalam berbagai pengalaman.
Bagi
saya, alasan memilih PCC sebagai jembatan karier bukan hanya karena ilmu dan
pengalaman yang diberikan, tetapi juga karena nilai-nilai yang diajarkan di
dalamnya. PCC mengajarkan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan
komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman
yang saya dapatkan di PCC menjadi bekal yang sangat penting dalam perjalanan
saya di dunia organisasi maupun profesional hingga saat ini.
Saya
bersyukur pernah menjadi bagian dari PCC SMADA karena dari tempat inilah saya
mendapatkan banyak pengalaman, relasi, serta pembelajaran hidup yang membentuk
diri saya hingga sekarang. PCC bukan hanya sebuah ekstrakurikuler, tetapi juga
rumah untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri. Banyak hal yang
saya pelajari di PCC yang masih saya pegang hingga saat ini, baik dalam cara
saya bekerja, berorganisasi, maupun menghadapi tantangan di lingkungan baru.

EmoticonEmoticon