21 Mei 2026

Jejak Alumni PCC : Ananta Nafis Rasendriya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatauh, Perkenalkan, saya Ananta Nafis Rasendriya, alumni SMA Negeri 2 Madiun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia jurusan Ilmu Pemasyarakatan. Saya pribadi memiliki minat besar dalam dunia organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan kreativitas, khususnya di bidang multimedia dan komunikasi visual. Sejak SMA, saya percaya bahwa proses berkembang tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal di kelas, tetapi juga dari pengalaman, relasi, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam berbagai event.

Selama menempuh pendidikan, saya aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan yang membantu membentuk kemampuan saya dalam bekerja sama, memimpin, serta menyelesaikan permasalahan di lingkungan yang dinamis. Saya pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 2 Madiun periode 2022/2023 dan Ketua Umum HIMO Kota Madiun, sebuah organisasi yang menjadi wadah kolaborasi para Ketua OSIS se-Kota Madiun. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana membangun komunikasi yang baik, mengoordinasikan banyak orang, hingga mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Selain itu, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan dan event sekolah, mulai dari menjadi Ketua Pelaksana HUT SMAN 2 Madiun ke-70, koordinator acara, hingga divisi acara dalam berbagai kegiatan seni, olahraga, akademik, dan sosial masyarakat. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarkan saya arti tanggung jawab, kepemimpinan, manajemen waktu, dan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Di tengah berbagai pengalaman organisasi tersebut, PCC SMADA menjadi salah satu tempat yang paling berkesan dalam perjalanan saya selama di SMA. Awalnya, saya bergabung dengan PCC karena memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fotografi. Saat itu, saya ingin memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan saya dalam mengambil gambar, memahami teknik fotografi, dan belajar lebih jauh mengenai dunia multimedia. Namun, seiring berjalannya waktu, PCC memberikan pengalaman yang jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.

PCC bukan hanya sekadar ekstrakurikuler komputer dan cinematography, tetapi menjadi ruang belajar dan tempat berkembang bagi saya. Di dalam PCC, saya diperkenalkan dengan banyak hal baru mulai dari fotografi, videografi, cinematography, editing video, desain grafis, hingga pengelolaan media sosial. Saya belajar bagaimana sebuah karya visual tidak hanya dibuat untuk terlihat menarik, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan, emosi, dan cerita kepada orang lain. Dari kegiatan dokumentasi sekolah, produksi short movie, hingga proses editing, saya mulai memahami bagaimana dunia kreatif membutuhkan ketelitian, konsistensi, kerja sama, dan kemampuan untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.

Melalui PCC, saya juga mendapatkan banyak pengalaman lapangan yang sangat berharga. Saya terlibat dalam berbagai kegiatan dokumentasi acara sekolah, pengambilan konten, hingga proses produksi media publikasi. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana bekerja di bawah tekanan waktu, menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan, serta berpikir kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang muncul selama proses produksi. Terkadang sebuah hasil foto atau video yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan proses panjang, koordinasi tim, dan banyak percobaan sebelum mendapatkan hasil terbaik. Dunia kreatif memang sering terlihat menyenangkan dari luar, padahal di belakang layar ada orang-orang yang rela pulang paling akhir hanya demi memastikan hasil dokumentasi terlihat maksimal.

Selain mengembangkan kemampuan teknis, PCC juga memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan interpersonal saya. Di dalam PCC, saya belajar bagaimana bekerja sama dalam tim, menyampaikan ide, menerima kritik, dan menghargai proses belajar satu sama lain. Lingkungan PCC membuat saya merasa nyaman untuk berkembang karena hubungan antaranggota dibangun dengan rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Senior tidak hanya menjadi pembimbing dalam hal teknis, tetapi juga menjadi tempat berbagi pengalaman dan motivasi. Hal tersebut membuat saya merasa bahwa PCC bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga tempat bertumbuh sebagai pribadi.

Salah satu hal yang paling saya rasakan selama berada di PCC adalah bagaimana organisasi ini memberikan ruang bagi setiap anggotanya untuk berkembang sesuai minat dan potensinya masing-masing. Tidak ada batasan untuk mencoba hal baru. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk belajar, bereksplorasi, dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan. Dari situlah saya belajar untuk lebih percaya diri terhadap kemampuan yang saya miliki dan lebih berani mengambil kesempatan dalam berbagai pengalaman.

Bagi saya, alasan memilih PCC sebagai jembatan karier bukan hanya karena ilmu dan pengalaman yang diberikan, tetapi juga karena nilai-nilai yang diajarkan di dalamnya. PCC mengajarkan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman yang saya dapatkan di PCC menjadi bekal yang sangat penting dalam perjalanan saya di dunia organisasi maupun profesional hingga saat ini.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari PCC SMADA karena dari tempat inilah saya mendapatkan banyak pengalaman, relasi, serta pembelajaran hidup yang membentuk diri saya hingga sekarang. PCC bukan hanya sebuah ekstrakurikuler, tetapi juga rumah untuk belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri. Banyak hal yang saya pelajari di PCC yang masih saya pegang hingga saat ini, baik dalam cara saya bekerja, berorganisasi, maupun menghadapi tantangan di lingkungan baru.

 


EmoticonEmoticon