How Cinema Shaped My Journey in the Creative Industry
Tidak semua perjalanan karier dimulai dari rencana besar. Beberapa justru lahir dari hal sederhana: rasa penasaran, kegemaran menonton film, lalu muncul satu pertanyaan kecil “Kalau suka film, kenapa tidak sekalian bikin film?”
Halo, aku Rafi Anandyantoro atau biasa dikenal dengan Afi. Dari sekadar menikmati visual dan cerita di layar, aku mulai tertarik memahami bagaimana sebuah karya dibangun, bagaimana emosi penonton bisa terbentuk lewat gambar, suara, dan storytelling. Ketertarikan tersebut akhirnya membawa ku memilih melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Madiun dengan satu tujuan yang cukup spesifik: bergabung dengan PCC SMADA, salah satu ekstrakurikuler film paling bonafit di Kota Madiun.
Di PCC SMADA, aku tidak hanya belajar tentang teknis produksi film, tetapi juga belajar tentang kerja tim, kepemimpinan, dan bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi karya nyata. Kesempatan menjadi Wakil Ketua II memberikan pengalaman besar dalam mengelola berbagai event, produksi kreatif, hingga membangun relasi dengan banyak orang yang memiliki passion serupa di dunia perfilman dan multimedia.
Berbagai lomba film juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika berhasil meraih JUARA 1 SINEMATOGRAFI SMA AWARDS. Pengalaman itu menjadi validasi pertama bahwa dunia kreatif bukan sekadar hobi, tetapi juga ruang yang bisa terus dikembangkan secara profesional.
Lebih dari itu, PCC SMADA menjadi fondasi yang sangat kuat untuk perjalanan ku berikutnya. Bekal organisasi, portofolio, dan pengalaman produksi yang didapat selama SMA membuat ku lebih siap ketika melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya sebagai mahasiswa Sastra Inggris. Di bangku perkuliahan, aku kembali mencari ruang untuk bertumbuh di dunia kreatif dengan bergabung di Nol Derajat Film, salah satu organisasi perfilman terbaik di kampus.
Aktif di organisasi kampus membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang. Aku terlibat dalam berbagai produksi konten, videografi, event kreatif, hingga kompetisi nasional di bidang storytelling dan multimedia. Pada saat mengikuti organisasi film di perkuliahan, aku juga berhasil menjadi director untuk film pendek berjudul Evaluasi Evolusi, sebuah karya yang berhasil ditayangkan di beberapa festival film di Malang maupun festival film tingkat nasional. Dari pengalaman tersebut, aku juga mulai mendapatkan kesempatan freelance untuk menambah uang jajan melalui project video editing, desain grafis, hingga social media content.Perjalanan organisasi yang aktif di bidang dokumentasi, desain, dan multimedia kemudian membawa ku dipercaya menjadi student employee di fakultas. Kesempatan ini menjadi titik penting karena aku mulai belajar bekerja secara profesional dalam lingkungan institusi, menghadapi kebutuhan komunikasi visual yang nyata, serta memahami bagaimana kreativitas dapat memberikan dampak langsung terhadap branding dan penyampaian informasi.
Tidak berhenti di sana, aku kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti program dari Kementerian Pendidikan Indonesia, yaitu MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Melalui program tersebut, aku berkesempatan magang di PT United Tractors Tbk., bagian dari ASTRA International, sebagai Communication and Graphic Designer Intern.
Pengalaman di perusahaan besar tersebut menjadi salah satu fase paling penting dalam perjalanan karier ku. Aku belajar bagaimana industri profesional bekerja dengan standar tinggi, bagaimana storytelling visual digunakan untuk kebutuhan corporate communication, hingga bagaimana mengubah informasi teknis menjadi konten yang menarik dan mudah dipahami. Selama magang, aku terlibat dalam produksi ratusan aset visual, instructional video, motion graphic, hingga branding berbagai event internal perusahaan.
Setelah lulus sebagai fresh graduate, kesempatan kembali datang melalui program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Aku berkesempatan bergabung di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTEK), salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Menariknya, aku dipercaya untuk terlibat di dua divisi sekaligus: Employer Branding yang merupakan bagian dari Human Resources, serta Corporate Communication.
Di lingkungan industri media, aku semakin memahami bahwa kreativitas bukan hanya soal visual yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana membangun komunikasi yang relevan dan berdampak bagi audiens. Aku terlibat dalam produksi event coverage, live report, employer branding content, hingga berbagai kebutuhan media digital perusahaan. Pengalaman ini memperluas sudut pandang ku tentang dunia creative industry yang ternyata memiliki banyak cabang dan peluang karier yang sangat luas.
Selain pengalaman profesional tersebut, perjalanan ku juga dipenuhi berbagai pengalaman freelance, produksi konten digital, hingga pengembangan personal branding sebagai content creator. Dan untuk saat ini, aku juga dipercaya sebagai Creative Director di IMAJIWA Creative Studio, sebuah ruang professional kreatif yang menjadi wadah untuk terus berkembang, mengubah sebuah ide menjadi storytelling visual yang relevan dan berdampak bagi audiens dan brand.
Semua proses itu memperlihatkan bahwa dunia creative industry adalah industri yang terus bergerak dan menuntut kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang. Jika ditarik kembali ke awal perjalanan, semuanya berawal dari satu ruang kecil bernama PCC SMADA. Tempat itu bukan hanya sekadar ekstrakurikuler film, tetapi juga wadah yang mempertemukan passion, proses belajar, relasi, dan keberanian untuk mencoba. PCC menjadi tempat pertama ku memahami bahwa karya kreatif dan dunia cinema dapat membuka begitu banyak pintu kesempatan.
Karena pada akhirnya, perjalanan di dunia kreatif bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil, melainkan siapa yang terus mau belajar, berkarya, dan bertahan dalam prosesnya. Dan terkadang, mimpi besar memang bisa dimulai dari hal sederhana, dari seorang anak yang awalnya hanya suka menonton film, lalu memutuskan untuk mulai membuat filmnya sendiri.
%20%20-%201.png)
EmoticonEmoticon